Minggu, 24 Januari 2010

Langkah-langkah Proses Konseling Kelompok

A.Tahap Pembentukan:

1.Menerima secara terbuka dan mengucapkan terima kasih;
Kalimat yang diucapkan konselor: “Bapak sangat berterima kasih anda mau mengikuti kegiatan konselng kelompok.”
2.Berdoa
Konselor mengajak anggota kelompok untuk bedoa;
“Sebelum memulai kegiatan alangkah baiknya kita menundukkan kepala seraya bedoa kepada Allah SWT agar kegiatan konseling kelompok ini dapat berlangsung dengan lancar dan diperoleh hasil yang memuaskan dan menyenangkan.”
3.Konselor menjelaskan pengertian konseling kelompok;
Konselor menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan kegiatan konseling kelompok kepada anggota kelompok agar termotivasi untuk sungguh-sungguh mengikuti kegiatan sampai selesai.
4.Konselor menjelaskan tujuan konseling.
Konselor menjelaskan tujuan konseling kepada anggota kelompok agar kegiatan terfokus membantu memecahkan kesulitan yang dialami anggota dengan baik.
5.Konselor menjelaskan azas-azas konseling.
Konselor menjelaskan azas-azas yang digunakan dalam kegiatan konseling kelompok agar anggota kelompok termotivasi untuk terbuka mengemukakan kesulitan yang dihadapi sekalipun yang bersifat pribadi dan rahasia. Setelah dijelaskan konselor menanyakan kepada semua anggota agar membuat satu kesepakatan dan komitmen untuk saling menghargai dan berjanji tidak akan memberitahukan apa yang dibahas di kegiatan konseling kelompok.
6.Konselor melaksanakan perkenalan yang dilanjutkan dengan rangkaian nama-nama anggota kelompok.

B.Tahap Peralihan
1.Menjelaskan kembali kegiatan konseling kelompok
a.Masing-masing anggota kelompok berdiri.
b.Memperkenalkan diri semua nama anggota kelompok.
2.Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut.
3.Mengenali dan mengatasi suasana anggota kelompok untuk memasuki tahap berikutnya.
4.Memberi contoh kesulitan yang menghambat tugas–tugas perkembangan yang dapat dibahas dalam kelompok

C.Tahap Kegiatan
1.Menjelaskan kesulitan yang hendaknya dikemukakan oleh anggota
Kebutuhan atau kesulitan yang sangat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari.
2.Mempersilahkan anggota kelompok untuk mengemukakan kesulitan masing-masing secara bergantian
Mendengar dan bersikap positif.
3.Memilih atau menetapkan kesulitan yang akan dibahas
Memahami secara positif, mendengar secara baik dan merespon dengan tepat.
4.Membahas kesulitan sescara tuntas
Bertanya tentang apa, bagaimana, dan mengapa.
5.Selingan
Permainan sederhana agar lebih dinamis dan bergairah
6.Menegaskan komitmen anggota terhadapkesulitan anggota
Mengemukakan ide-ide rasional, menanggapi pengalaman secara rasional, dan pemberian saran atau nasehat jika diperlukan.

D.Tahap Pengakhiran
1.Menjelaskan bahwa kegiatan konseling kelompok akan diakhiri
Kalimat yang biasa dikemukakan; ”Anak-anak, waktu jualah yang akan memisahkan kita pada pertemuan ini, Bapak persilahkan untuk mengemukakan kesan-kesan.”
2.Anggota kelompok memberikan kesan dan menilai kemajuan yang dicapai masing-masing
Kalaimat yang biasanya diucapkan konselor; ” Silahkan kemajuan apa yang anda dapatkan?”
3.Pembahasan kegiatan lanjutan
Kalimat yang biasanya dikemukakan konselor; ” Untuk kegiatan pembahasan selanjutnya, kapan kita rencanakan lagi pertemuan ini?”
4.Pesan serta tanggapan anggota kelompok
5.Ucapan terima kasih
6.Berdoa
7.Perpisahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar